Penulis: Admin

  • Alumni SMK Pelita Buana Sewon Menyapa

    Kristanto dan Tunas Agni Dinayanti Alumni SMK Pelita Buana

    Mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaiakan studi adalah hal yang diimpikan oleh semua orang. Terlebih pekerjaan itu merupakan impiannya dari dulu. SMK adalah sekolah yang mencetak para lulusannya untuk siap dalam memasuki dunia kerja sesuai kompetensinya. SMK Pelita Buana Sewon selama ini telah meluluskan banyak alumni yang tersebar di Yogyakarta dan sekitarnya. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil tracer study alumni yang dilakukan sekolah melalui online. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Sebagian besar alumni SMK Pelita Buana Sewon terserap di dunia kerja. Lebih membanggakan lagi bahwa para alumni mendapatkan pekerjaan kurang rata-rata kurang dari 3 bulan setelah lulus. Data ini menunjukkan bahwa SMK Pelita Buana Sewon memiliki alumni yang siap kerja.  Kristanto merupakan salah satu alumni Jurusan Teknik Elektronika tahun 2017 yang bekerja di PT. Kereta Api Indonesia DAOP VI Yogyakarta.  Saat ini upah yang telah diterima sebagai karyawan telah lebih dari 2 juta berdasarkan hasil survey. Ini membanggakan bagi sekolah ternyata alumni SMK Pelita Buana dapat bekerja di tempat yang layak. Ia berpesan agar siswa saat ini belajar dengan giat dan selalu mencari pengetahuan baru agar tidak ketinggalan. Lain halnya dengan Tunas Agni Dinayanti alumni SMK Pelita Buana Jurusan Tata Busana tahun 2018 yang bekerja di Luvia konveksi.  Lama waktu mendapatkan pekerjaan yang ia tunggu kurang dari satu bulan setelah lulus.  Ia berpesan agar siswa selalu focus  dan memahami setiap materi pembelajaran, karena apa yang dikerjaan esok dalam dunia usaha adalah cerminan dari pembelajaran di sekolah. Aji Setiwaan, M.Pd selaku wakil kepala urusan kurikulum mengatakan bahwa kurikulum di SMK Pelita Buana Sewon adalah berbasis kebutuhan dunia industry, sehingga dalam pengajaran sangat luwes. Ini adalah harapan dari Dirjen PSMK yang menegaskan bahwa saat ini pembelajaran di SMK tidak boleh kaku. Guru produktif boleh memodifikasi pengajaran di SMK agar kompetensi calon lulusan dapat sejalan dengan di lapangan nantinya, lanjut Aji Setiawan.  Guru tidak harus selalu di dalam kelas dalam mengajar boleh di luar maupun di industry. Oleh karena itu kami mengajak para generasi muda sekarang mari untuk tidak ragu masuk di SMK khususnya SMK Pelita Buana Sewon. Insyaalloh tahun 2021 akan ada program baru terkait kurikulum dengan menyesuiakan perkembangan revolusi industry 4.0. Ke depan program keahlian Teknik Elektronika akan focus pada pengembangan kompetensi yaitu Robotika, Kecerdasan buatan, Internet of Things, dan System otomatisasi. Untuk jurusan Tata Busana akan kita kembangkan ke arah Busana Modern dan Berbasis Digital. Mari untuk tidak ragu sekolah di SMK Pelita Buana Sewon.

  • Kreasi Siswa Teknik Elektronika Ciptakan Kran Cuci tangan Otomatis

    oppo_2
    Siswa XI TAV menunjukkan hasil pembuatan kran otomatis

    Masa pandemi Covid-19 melahirkan budaya baru yang harus ditaati oleh semua masyarakat. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan virus. Protokol kesehatan wajib dipatuhi selama wabah ini belum usai. Selama ini kesadaran cuci tangan warga masyarakat masih tergolong rendah. Hal inilah yang mendorong Nanda dan Erifan siswa kelas XI Teknik Elektronika SMK Pelita Buana untuk menciptakan kemudahan dalam mencuci tangan melalui alat cuci tangan otomatis. Didasari pengetahuan pada mata pelajaran pemrograman mikrokontroller mereka menciptakan satu buah produk tepat guna tersebut sekaligus untuk memenuhi tugas praktek. Menurut mereka waktu luang sekarang ini harus banyak digunakan untuk melahirkan ide-ide kreatif yang bermanfaat khususnya dalam rangka membantu mencegah penularan virus korona. Aji Setiawan, M.Pd selaku guru pengampu mata pelajaran pemrograman mikrokontroller menuturkan bahwa siswa smk sebenarnya dapat mengaplikasikan berbagai produk karya nyata dari ilmu yang diperolehnya di dalam kelas. Masa belajar daring saat ini harus banyak dimanfaatkan untuk melakukan modifikasi pembelajaran yang menyenangkan dan inovatif. Siswa akan lebih termotivasi dalam belajar karena produk yang mereka hasilkan dapat langsung dinikmati kemanfaatannya. Erifan menuturkan butuh waktu kurang lebih satu bulan untuk merealisasikan alat ini dari mulai belajar desain rangkaian, pemrograman, dan perakitan. Alat ini terdiri dari Arduino, Sensor SR-04, Solenoid Valve, dan Adaptor 12V. Penggunaan alat ini sangat mudah yaitu tinggal menjulukan tangan ke depan kran maka air akan mengalir, dan ketika tangan diangkat aliran air akan berhenti dengan sendirinya. Menurutnya tidak terlalu sulit saat ini untuk membuat berbagai karya bidang elektronika karena telah banyak tutorial yang membantu lewat artikel-artikel maupun video. Ke depan diharapakan para siswa dapat semakin banyak menghasilkan karya nyata lain baik dari jurusan Elektronika maupun Tata Busana yang inovatif sehingga dapat dinikmati masyarakat.

  • Pandemi Tidak Menghalangi Belajar Demokrasi (PEMILOS 2020)

    Masa pandemi Covid19 menjadikan kegiatan Pemilos tahun ini tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya seperti tahun sebelumnya. Keterbatasan pelaksanaan saat ini tidak mengurangi semangat para siswa SMK Pelita Buana Sewon untuk mengadakan PEMILOS 2020. Dalam rangka belajar demokrasi maka SMK Pelita Buana Sewon mengadakan PEMILOS secara Daring. SMK Pelita Buana Sewon menyelenggarakan Pemilihan Ketua OSIS Periode 2020/ 2021 pada Rabu, 4 November 2020. Pemilos  SMK Pelita Buana Sewon dilakukan dengan cara e-voting menjadi pilihan dimasa pandemi Covid-19. Perkembangan teknologi yang ada saat ini sangat memungkinkan untuk melakukan inovasi-inovasi agar kegiatan sekolah tetap berjalan. Selama ini siswa SMK Pelita Buana telah terbiasa dengan metode pembelajaran secara daring. Oleh sebab itu Pemilos kali ini mengadopsi sistem belajar daring yaitu secara online tanpa harus datang ke sekolah. Sistem daring ini memiliki kelebihan yaitu mengurangi biaya pelaksanaan dan rekapitulasi secara otomatis dan akurat. Rangkaian kegiatan Pemilos diawali sejak 28 Oktober 2020 dengan agenda penjaringan calon ketua OSIS, dan dilanjutkan kampanye melalui media sosial. Adapun calon ketua OSIS yang tersaring ada 2 calon, yaitu Sri Rahmadhani dari Kelas XI TB (nomor urut 1) dan Erifan Sigit dari kelas XI TAV (nomor urut 2). Dari hasil perhitungan suara, terpilih dengan suara terbanyak adalah calon nomor urut 2, yaitu Erifan Sigit. Dengan rincian prosentase hasil pemungutan suara antara lain, nomor urut satu 28,1% dan nomor urut dua 78,1%. Menurut Husna Nisrina, S.Pd selaku guru BK dan pendamping kegiatan Pemilos ini menyatakan bahwa kegiatan ini berjalan dengan baik dan lebih efektif. Siswa mendapatkan pengalaman baru dalam berdemokrasi melalui cara modern. Harapannya ketua OSIS terpilih dapat melanjutkan program-program yang bermanfaaat bagi kemajuan sekolah.

avia masters